Diberdayakan oleh Blogger.

Memotong kuku kucing

Kucing merupakan jenis hewan yang memiliki kuku yang spesial. Ketika tidak digunakan maka ujung jari akan melipat masuk ke dalam jari-jarinya, namun kuku akan menonjol keluar ketika digunakan untuk memanjat atau menerkam atau bahkan untuk mempertahankan diri.
Karena kuku tentunya akan terus tumbuh, maka kucing sering menggarukkan kukunya pada benda-benda di sekitarnya seperti pohon dan karena berada di dalam rumah, akhirnya yang menjadi korban bisa sofa, lemari atau barang-barang lainnya. Jadi jangan dianggap nakal ya ketika kucing melakukan hal itu.... karena jika kucing tidak melakukannya maka kuku yang terlalu panjang akan sangat mengganggu kucing.
Supaya kucing tidak merusak perabotan dengan cakarannya.... bisa saja kita memberikan potongan kayu sehingga kucing bisa menggarukkan kukunya.... tapi ada cara yang lain yaitu dengan memotong kukunya.
Caranya: Sebaiknya kucing digendong kemudian dengan perlahan dan lembut kita tonjolkan satu persatu kukunya dan dipotong dengan gunting kuku yang biasa kita gunakan untuk potong kuku. Potonglah kira-kira bagian kuku yang tajamnya saja, sekitar 1-2 mm.
Namun alangkah lebih baik jika bisa menggunakan gunting kuku khusus kucing. Bentuknya seperti kalau kita lihat di film-film untuk memotong ujung cerutu. Jadi selain lebih rapi juga  mencegah terlalu banyak bagian kuku yang terpotong.
Sama juga kan seperti kita, kalau potong kuku terlalu pendek pasti terasa tidak enak bahkan terasa sakit. Jadi begitu pula dengan kucing kesayangan kita.

Ciri - ciri Kucing Persia

Adapun ciri-ciri lengkap kucing persia secara umum antar lain sebagai berikut :
Bagian kepala Kucing Persia
Bagian kepala kucing persia agak besar dan cenderung bulat, hidung jelas terlihat pesek dan lebar. Mempunyai rahang kokoh dan lebar, pipi dengan tulang pipi yang kelihatan menonjol. Dilihat dari samping, dahi hidung dan dagu kucing persia membentuk garis yang tegak lurus.
Bagian telinga Kucing Persia
Mempunyai ujung yang bulat, dasarnya melebar, tidak begitu tinggi juga miring ke depan.
Bagian mata Kucing Persia
Kucing persia mempunyai sepasang mata yang membuka, bulat dan juga lebar, warna mata biasanya sesuai dengan warna bulu mereka.
Bagian badan Kucing Persia
Mempunyai dada yang lebar, membulat dan punggung hanya sedikit agak membulat, perut bagian belakang membulat serta lebih rendah.


Bagian kaki Kucing Persia
Kaki kucing ini pendek, gemuk dan terlihat kuat didukung tulang kaki yang besar. Dua kaki bagian depan terlihat lurus pun dua kaki bagian belakangnya.
Cakar Kucing Persia
Mempunyai ceker besar, membulat dan kuat, jari kaki depan berjumlah lima sedangkan jari kaki belakang berjumlah empat.
Bulu Kucing Persia
Memiliki bulu-bulu yang begitu panjang, tebal dan mengkilap yang menutupi seluruh tubuh kucing ini.
Ekor Kucing Persia
Berekor panjang, berbulu tebal dan lurus sesuai dengan proporsi badannya.
Sifat Kucing Persia
Gampang beradaptasi di bermacam-macam lingkungan, senang bermain-main juga menurut ketika disayang. Mempunyai ekspresi muka manis, sifat begitu tenang, mudah tidur disembarang tempat hingga berjam-jam, tidak gaduh serta bersuara lembut

Membasmi kutu Kucing

Pernah gak ngerasain pas lagi membelai bulu kucing kita yang halus, ada ngerasa sosok hitam yang kecil buru buru melarikan diri. Ya itulah sosok kutu kucing. Kutu dengan nama latinCtenocephalides felis ini merupakan hewan yang masuk dalam ordo serangga. Kutu kucing juga dapat menyerang manusia dengan cara menggigit kulit, walau tidak menimbulkan infeksi tapi dapat menyebabkan luka lecet. Kutu kucing menyebabkan kulit kucing menjadi lecet  yang dapat menjadi iritasi dan infeksi. Jika kita melihat tingkah kucing kita yang sering menggaruk garuk bagian leher , coba amati bulunya segera . Jika ditemukan sosok kutu , jangan panik !! ada beberapa solusi yang mungkin dapat di coba

  • Mandi dengan Shampoo anti jamur
Cara ini merupakan cara yang paling berkhasiat, kenapa ? karena dengan mandi , kutu dapat di basmi hingga telur telurnya . Langkah2 nya siapkan shampoo anti jamur ( khusus ) . Biasanya tersedia di petshop. Kemudian kita mandikan kucing dan berikan shampoo lalu ratakan keseluruh tubuh kucing. Biasanya tempat tempat bersarangnya kutu pada bagian lipatan kulit pada kucing atau nama ilmiahnya " ketek "  hehehe. Ketika kucing dimandikan , biasanya sikutu ini akan lari berkumpul dibagian muka kucing, jadi di urutan menggosoknya dari ujung ekor hingga kedepan. Untuk saran sebaiknya tidak memandikan kucing yg sedang hamil diatas satu bulan karena ditakutkan kucing menjadi stress dan mungkin mengakibatkan keguguran serta kucing yang masih kecil , usia dibawah tiga bulan. Trus gimana dong kalo kucing yang kutuan itu Hamil tua atau masih kitten ? solusinya dibawah ini
  • Kalung anti kutu 
terapi kutu ini berbentuk kalung, yang dipasangkan dileher kucing
  • Obat alami anti kutu
Untuk pengobatan secara alami bisa dengan cara mengoleskan minyak tawon, minyak telon atau dengan minyak kayu putih ke bagian2 yang sering menjadi tempat berkumpulnya kutu ( daerah ketiak ). Minyak telon adalah bahan penghilang hama yang paling alami dan aman bagi tumbuhan dan binatang. Tentu saja minyak ini aman digunakan untuk kucing yang hamil maupun kitten

  • Obat tetes

Berbagai macam obat tetes pembasmi kutu kucing tersedia di petshop. Contohnya dari merek revolution .frontline Plus, Frontline Top Spot. Cara pemakaiaanya ditetes kan ke tengkuk kucing yg terserang kutu dan dibaca dlu aturan pemakaiannya : )

  • Spray Anti kutu dan bedak anti jamur
Obat ini berada dalam botol spray semprot dan harus digunakan penuh perhatian. Maksud obat semprot bukan berarti kucing sampai basah kuyup atau lepek disemprot, itu sangat berbahaya. Baca aturan pakai dan cara menyemprot pada kemasan. Jangan menyemprot langsung ke wajah, mata, kemaluan, dan mulut kucing. Untuk kitten tidak di anjurkan ( bahaya kitten suka njilat2 bulunya )

Ciri-ciri Kucing SAKIT

Susahnya menjadi kucing karena tidak dapat mengatakan pada pemiliknya ketika mulai sakit. Pemiliknya baru mengetahui beberapa lama setelah si kucing menunjukkan perubahan tingkah laku seperti lebih sering tidur, tidak mau makan atau diare. Dan seringkali pemiliknya baru tahu ketika keadaan kucing sudah semakin parah dan terlambat untuk dibawa ke dokter hewan. 

Seberapa baik anda mengenali kucing kesayangan Anda ?
Bagi yang belum mengenali kucingnya, maka yang terbaik dilakukan adalah waspada dan terbiasa mengenali tanda-tanda ketika kucing mulai sakit. Bisa saja mereka sudah sangat sakit sementara pemiliknya belum melihat gejala tersebut dengan jelas. 

Kucing yang sehat selalu waspada dan responsif terhadap lingkungan atau sesuatu yang baru, mempunyai nafsu makan yang baik, jarang sekali makan berlebihan serta sering menjilati dan membersihkan bukunya (grooming). Kucing cenderung menyembunyikan sakitnya. Oleh karena itu sebaiknya waspada dan memperhatikan tanda-tanda di bawah ini yang merupakan cara untuk memonitor kesehatan kucing.
  • Pincang :
    Ada kemungkinan karena luka memar, gigitan, patah tulang.
  • Bersembunyi ditempat gelap atau dingin lebih dari 24 jam :
    Ada kemungkinan karena demam.
  • Mengeong terus-menerus :
    Ada kemungkinan karena Birahi (waktunya kawin) atau kesakitan.
  • Batuk terus-menerus :
    Ada kemungkinan karena flu kucing, penyakit pernafasan, tenggorokan tersumbat.
  • Menggaruk bulu :
    Ada kemungkinan karena terdapat parasit kulit & bulu (kutu, jamur, bakteri), atau karena infeksi /luka kulit.
  • Menggaruk telinga/menggoyangkan kepala terus-menerus :
    Ada kemungkinan karena telinga kotor, infeksi telinga, tungau/kutu telinga (ear mites).
  • Mengunyah terus-menerus :
    Ada kemungkinan karena benda asing tersangkut sekitar mulut.
  • Menjilat-jilat atau menggigit-gigit bagian tubuh tertentu terus-menerus :
    Ada kemungkinan karena kesakitan/gatal bagian tubuh pada bagian yang digigit.
  • Mata lesu/mengantuk, tidur seharian :
    Ada kemungkinan karena demam, kurang nutrisi, penyakit menular.
  • Marah/menolak digendong :
    Ada kemungkinan karena gangguan/sakit pada organ dalam (paru-paru, hati, ginjal, dll).
  • Hilang nafsu makan :
    Dapat dilihat dari jumlah makanan dalam piring makan kucing tidak berkurang.
  • Kurang minum atau minum berlebihan (tidak seperti biasanya) :
    Akan berakibat pada dehidrasi, diabetes.
  • Buang kotoran atau kencing di luar tempatnya (litter box) :
    Ada kemungkinan karena diare, gangguan hormon, gangguan saluran kencing.
  • Warna pucat atau kekuningan pada gusi atau sekitar mata :
    Ada kemungkinan karena dehidrasi, anemia, parasit darah.
  • Darah pada air kencing (urin) :
    Ada kemungkinan karena gangguan pada organ & saluran kencing atau parasit darah.
  • Bulu terasa kasar :
    Ada kemungkinan karena gangguan nutrisi, pencernaan, parasit pada bulu & kulit.
  • Lendir atau darah pada kotoran (pup) :
    Ada kemungkinan karena cacing, gangguan pencernaan, makanan tidak cocok.
  • Tidak pup lebih dari 1 hari :
    Ada kemungkinan karena dehidrasi, usus tersumbat hairball, gangguan pencernaan.
  • Diare terus menerus :
    Ada kemungkinan karena feline panleukopenia, makanan tidak cocok, parasit pencernaan.
  • Muntah terus menerus :
    Ada kemungkinan karena feline panleukopenia, gangguan pencernaan, makanan tidak cocok.
  • Perut gendut :
    Ada kemungkinan karena kembung, kegemukan (obesitas), pembengkakan hati.
  • Kurus :
    Berarti berat badannya berkurang

Cara Mengatasi Alergi Pada Kucing

Keinginan memelihara kucing biasanya pupus karena seseorang menyadari bahwa dia punya alergi. Jika Anda juga memiliki pengalaman serupa, simak bagaimana caranya mengatasi alergi pada kucing seperti yang dilansir dari Third Age berikut ini.

Air Purifier
Air Purifier adalah sebuah perangkat rumah tangga yang berfungsi menyaring udara yang terkontaminasi. Memasang sebuah Air Purifier disarankan bagi Anda yang ingin mengatasi alergi pada kucing.
Rajin bersih-bersih
Jangan pernah malas membersihkan rumah jika Anda punya alergi. Pastikan setiap sudut ruangan sudah bersih. Selain itu, ganti seprai setiap dua minggu sekali, meskipun kucing tidak diizinkan masuk ke dalam kamar.
Penyerap debu
Berbagai jenis karpet, kursi, dan sofa sifatnya menyerap debu. Anda bisa mengganti seluruh furnitur tersebut atau selalu membersihkannya setiap minggu. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari alergi terhadap kucing.
Bantal anti alergi
Pilih bantal untuk tidur yang bersifat anti alergi. Misalnya bantal berbahan dakron atau sintetis lainnya. Dengan begitu Anda bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan dari gejala alergi.
Pasir kucing
Selain bantal, pasir untuk kucing juga perlu dipertimbangkan jenisnya. Anda juga bisa meminta tolong pada anggota keluarga yang lain di rumah untuk tugas membersihkan kandang dan bak pasir kucing.
Memandikan kucing
Setiap seminggu sekali, mandikan kucing. Selain itu, jangan malas menyisir kucing agar bulunya tidak menggumpal. Menjaga kucing tetap bersih dan wangi adalah salah satu cara mengatasi alergi.
Vaksin
Kucing perlu divaksin agar terhindar dari penyakit mematikan. Tetapi jika pemiliknya juga rentan alergi, sebaiknya Anda ikut melakukan vaksin juga untuk mencegah alergi. Sayangnya, perawatan ini tidak selalu berhasil.
Obat
Selain vaksin, Anda juga bisa mengonsumsi obat tertentu untuk mengatasi alergi pada kucing. Konsultasi dengan dokter sangat disarankan demi mencegah kesalahan konsumsi atau overdosis.
Itulah beberapa cara mengatasi alergi pada kucing. Semoga kucing kesayangan dan Anda sehat selalu.

- Copyright © Mocha & Mochi - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Tengku M. Kamil -